Selasa, 14 Mei 2019

The Dark City


"Christina, wake up !" seru seorang lelaki berperawakan tinggi dari arah pintu kamar.

Perempuan yg disapa Christina itu hanya membuka mata setengah, melihat sebentar ke arah laki-laki tadi, lalu kembali tidur dengan nyamannya. Seolah ia tak peduli dengan panggilan saudara kembarnya itu.

"Christina, banguuun ! Kau tidak lihat ini sudah jam berapa ? Ini sudah jam 10 pagi, Chris.. Come on, we have to go." Kali ini lelaki itu menghampiri Christina di ranjangnya.

"Aaaah, Michael, aku masih ngantuk, kau mengganggu saja huh," geram perempuan itu lalu bangun dari tidurnya dengan ekspresi yang malas dan kesal.

"Salah kau sendiri, kenapa semalam tidak tidur tepat waktu ? Sudahlah, cepat bangun, lalu mandi, bersihkan badanmu yang bau itu !" perintah Michael pada kakak kembarannya, yang langsung dibalas dengan lemparan bantal tepat ke wajah bermanik hijau itu.

"Enak saja katamu, bau apa ? Kau yang bau ! Dasar adik kurang ajar!" sahut Christina semakin kesal.

"Kita hanya berbeda satu menit, jangan terlalu bangga. Sudahlah, aku tunggu di bawah. Ingat ! Hanya sepuluh menit, tidak lebih, oke ?" kata sang adik sambil berjalan pergi meninggalkan kamar.

"Yes, mr. President." Kalimat satir itulah yang selalu Christina ucapkan ketika sang adik memerintahnya. "Dasar adik menyebalkan."

Tak butuh waktu yang lama untuk menunggu Christina selesai menyiapkan segala sesuatunya. Meskipun Michael adalah adiknya, entah kenapa ia selalu mengikuti perintah adiknya tersebut. Christina yakin keputusan sekecil apapun yang Michael buat, pasti adalah keputusan terbaik.

"Good job, sister. Tepat sepuluh menit," ucap Michael sambil melihat jam di pergelangan tangannya lalu tersenyum saat mendapati kakaknya tengah menuruni tangga.

"Hmmm," jawab Christina, tersenyum miring. 

Sang adik hanya tertawa kecil melihat respon dari Christina. "Kau sudah siap ? Pakaian sudah siap ? Pastikan semuanya aman, oke? Karena kalau tidak, kau bisa terbakar sinar matahari di sana," jelas Michael membuat Christina berdecak kesal dan bosan. Mungkin sudah beribu-ribu kali Michael mengatakan hal seperti itu padanya.

"Hey, Michael, tenang saja. Semuanya sudah aman, kok. Kau pikir baru kali ini aku pergi ke Ursula ? Tidak, ya ?"

"Aku tahu, kakakku yang cantik ini sedikit bodoh. Aku hanya khawatir saja kalau kau lupa mempersiapkan segala sesuatunya. Masalahnya kalau terjadi sesuatu padamu di sana, aku tidak akan mempunyai kakak yang menyebalkan dan tukang tidur sepertimu lagi. Sudah cukup mengerti, tuan puteri ?"

"Michael, kau ini..." belum sempat Christina melanjutkan kalimatnya, Michael sudah menyahut begitu saja.

"Sudah, jangan berbicara lagi ! Butuh banyak waktu untuk berdebat denganmu. Kita sudah terlambat, ayo ?" ajak Michael sambil menggandeng tangan kakaknya. 

Christina hanya menurut. 

Mereka berdua pun keluar dari rumah itu. Tak lupa, senter selalu siap sedia di tangan mereka masing-masing. Maklum saja, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Achernar tetaplah kota gelap gulita tanpa sinar matahari. Hanya lampu-lampu rumah dan jalanan saja yang menyinarinya. Itulah yang menyebabkan Michael, Christina dan beberapa penduduk kota Achernar lainya harus menggunakan pakaian yang aman saat bekerja di luar kota seperti Ursula. Tempat tinggal mereka yang selama berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun tak pernah terkena sinar matahari itu menyebabkan tubuh mereka pun sangat sensitif dengan sinar matahari. Jika mereka melakukan hal fatal sedikit pun, kulit mereka akan terbakar dan menimbulkan sakit yang berkepanjangan. Pastinya, mereka tak mau hal itu terjadi. 

"Kalau saja aku tak butuh uang, aku tak rela melewati bukit Altair dalam keadaan gelap gulita seperti ini tiap harinya," celoteh Christina ketika mereka menyusuri lembah bukit Altair untuk sampai ke pelabuhan.

"Sayangnya kita membutuhkan uang untuk hidup," timpal Michael yang berjalan di belakangnya.

Sekitar satu jam mereka berdua berjalan menyusuri jalanan dan bukit Altair. Akhirnya mereka pun sampai di pelabuhan. Di sana sudah terlihat beberapa orang dengan pakaian lengkap yang sudah dirancang dengan aman untuk pergi ke Ursula. Michael dan Christina pun mengambil pakaian itu dari dalam tas mereka masing-masing lalu memakainya, mengikuti penduduk lainnya. Tak lama kemudian, kapal yang akan membawa mereka ke Ursula pun berangkat.

Seperti hari-hari sebelumnya, perjalanan ke Ursula selalu menjadi perjalanan yang menakjubkan. Selama perjalanan di atas kapal, mereka dapat melihat dengan jelas fenomena berubahnya langit dari yang gelap menjadi terang. Hal tersebut menimbulkan gradasi yang begitu indah, membuat siapapun yang melihatnya akan berdecak kagum. Belum lagi dengan penampakan gedung-gedung yang menjulang tinggi di kota Ursula, yang tak pernah mereka lihat di Achernar. Benar-benar memanjakan mata penduduk Achernar yang melihatnya.

Setelah satu jam kapal itu berlayar di atas lautan, akhirnya kapal itu pun berlabuh di pelabuhan Ursula. Satu persatu penumpang turun dari kapal dan berjalan menuju tempat kerja masing-masing. Begitupun dengan Michael dan Christina. Namun, Michael dan Christina  berpisah di persimpangan jalan karena mereka bekerja di tempat yang berbeda dan berjarak cukup jauh. 

"Kita akan bertemu empat jam lagi, tunggu aku di tempat biasa," ucap Michael sebelum pergi meninggalkan sang kakak.

"Yes, brother, hati-hati kau di sana," jawab perempuan bermanik hazel itu sambil tersenyum. Meskipun adiknya menyebalkan, tetap saja Christina sangat menyayanginya.

"Kau juga, bye," jawab Michael lagi dan melenggang pergi menuju tempat dimana ia bekerja.
 
Kini tersisalah Christina di sana, ia pun langsung berjalan menuju toko bunga dimana ia bekerja selama ini. Saat tiba di sana, ia membereskan toko dan mengatur beberapa bunga yang disiapkan di etalase. Ia memastikan bahwa bunga-bunga itu tetap segar dan wangi. 

"Hallo, Christina, kau sudah datang ternyata. Berarti aku tepat waktu untuk pergi ke sini." Tiba-tiba datang seorang lelaki dari arah pintu, mengagetkan perempuan itu.

"Oh, hi, Josh.. Kau mengagetkanku saja. Ada apa ?" seru Christina ketika mendapati siapakah yang datang ke toko bunga tersebut.

"Seperti biasa, satu bucket bunga daisy yang indah untuk perempuan yang begitu luar biasa," jawab Josh tersenyum, memperlihatkan jajaran giginya yang rapi.

"Sudah kuduga, beruntung sekali ibumu mempunyai anak sepertimu, Josh," ujar Christina kagum. "Yasudah, kau tunggu di sini, akan aku siapkan bunga daisymu itu." Christina pun menyiapkan pesanan Josh tadi.

"Okay, I'll be waiting."

Beberapa saat kemudian, ia pun kembali ke hadapan Josh, lengkap dengan bucket bunga daisy berwarna putih. 

"Ini untuk ibumu," kata Christina sambil menyerahkan bunga itu pada Josh.

"Ah indah sekali, thank you, Chris," ucap Josh berterima kasih.

"With pleasure," jawab Christina.

"Yasudah, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi, Chris," seru Josh dan berlalu pergi dari tempat itu. 

Tak terasa waktu sudang menunjukkan pukul lima sore, artinya pekerjaan Christina hari itu sudah selesai. Wajahnya sudah terlihat lelah karena pesanan bunga hari itu sangat membludak. Bahkan ia dan kedua teman lainnya yang bekerja di sana tak sempat duduk meski hanya sebentar saja.

"Christina, Milan dan Eugene, sekarang kalian boleh pulang. Pekerjaan kalian sudah selesai untuk hari ini, jangan lupa datang lagi esok hari," ucap Mrs. Arletta, pemilik toko bunga tersebut. 

"Thank you, Mrs. Arletta. See you tomorrow."

Setelah Mrs. Arletta mempersilakan Christina dan yang lainnya pergi, Christina pun langsung pergi ke tempat Michael  biasa menjemputnya. Ia duduk di depan sebuah toko yang berseberangan dengan hotel, dekat pelabuhan Ursula berada. Saat tengah asyiknya melihat-lihat sekitar sambil menunggu Michael, tiba-tiba pandangannya terfokus pada suatu benda terang yang baru saja dibuang oleh seorang lelaki berpakaian serba hitam dengan topi menutupi kepalanya. Dengan perasaan ingin tahu, ia pun menghampiri benda terang yang sudah terbuang dengan rapi di tempat sampah samping hotel tersebut.

"Benda apa ini ?" ujar Christina saat melihat benda itu secara langsung, ia pun mengambilnya.

Ia melihat-lihat sekitar, ternyata lelaki yang membuang benda itu masih berada di sana dan tengah memperhatikannya.
 
"Hei, kau, bisakah kau jelaskan ini padaku ?" seru Christina kepada lelaki itu, sambil memperlihatkan benda terang di tangannya.

Bukannya menjawab, lelaki tadi justru berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Christina yang kebingungan dan juga penasaran dengan apa yang ada di tangannya saat ini. 

"Buku ? Ini buku tentang apa ?" ujar Christina ketika mendapati bahwa benda yang ditemukan olehnya adalah sebuah buku.

Saat asyik membolak balikan buku itu dan melihat-lihat isi di dalamnya, Christina terkejut bukan kepalang dengan apa yang baru saja ia baca dari dalam buku tersebut. Wajahnya terbelalak dengan mata yang masih fokus terhadap kalimat-kalimat yang muncul di hadapannya itu. Namun, tiba-tiba, kegiatannya diinterupsi oleh teriakan seseorang yang begitu ia kenal.

"Christina, sedang apa kau disitu ? Ayo pulang !" ajak Michael yang sudah kembali dari toko alat musik tempatnya bekerja.

"Mike, kesinilah ! Ada sesuatu yang perlu kau tahu," jawab Christina, terlihat serius. Michael pun langsung menghampiri perempuan itu. 

"Ada apa ?" tanya Michael penasaran.

"Lihatlah !" memperlihatkan buku yang bersinar terang di tangannya.

"Oh god, what kind of book this is ?" tanya Michael lagi, terkejut dengan apa yang ada di hadapannya sekarang. "It's cool," ucapnya lagi dengan takjub sambil membolak balikan buku berkilauan itu.

"Bacalah !" perintah Christina.

"The Dark City ?" ujar Michael, mengerutkan dahinya ketika membaca cover buku itu.

"Cobalah kau lihat halaman pertama buku itu !" perintah Christina lagi.

Michael menurut, ia buka halaman pertama buku itu, ia baca kalimat per kalimat yang ada di sana. Ekspresi yang keluar darinya pun tak berbeda jauh dengan Christina sebelumnya. Menurut Michael, buku itu tidak hanya menarik karena kilauan cahaya yang keluar darinya saja, melainkan goresan tinta menkajubkan yang ada di dalamnya.

"It's impossible."

Rabu, 16 Januari 2019

Riddle Part 2

Kasus 1

Jakarta, 11 Januari 2015
Pada saat itu, sebuah pasar di daerah Jakarta dikejutkan dengan sebuah pesan misterius dari seseorang yang tidak dikenal.

Pesan tersebut adalah:

O I A U A H
K L T R N E
P A I B G Y
A H H E S T
G E A R A U
I S T H Y K

Keesokan harinya, terjadi sebuah pencurian di salah satu Toko di pasar tersebut.





Toko apakah yang telah dicuri?

Selasa, 01 Januari 2019

Riddle Part 1

Silent Reader


Aku adalah salah satu pelajar di sebuah SMA di daerah Serang. Aku memang bukan asli orang sini, tapi aku senang karena di sekolah ini aku menemukan banyak teman.
Aku mempunya empat teman dekat. Mereka bernama Siska, Fera, Dita dan Asti.

Pada suatu hari, kami memutuskan untuk membuat sebuah grup di salah satu sosial media ternama di Indonesia yaitu LINE. Kami membuat grup bernama Beautiful Girl yang beranggotakan aku dan keempat temanku.

Setiap hari kami selalu berbincang-bincang di grup tersebut. Entah untuk membicarakan tugas sekolah ataupun ngegosip selayaknya perempuan-perempuan biasa.

Hingga pada suatu hari kami cerita tentang horror. Kami memang tergolong perempuan yang tidak penakut. Jadi, cerita seperti itu tidak masalah untuk kami.

Yang pertama cerita adalah Fera, dia menceritakan urban legend di daerah Jepang yang berjudul Kuchisake Onna. Seorang perempuan misterius yang selalu menggunakan masker dan membawa gunting besar.

Selanjutnya aku, aku menceritakan tentang seorang perempuan yang hilang setelah malam perpisahan di sekolahnya. Dan lebih parahnya lagi perempuan itu sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya padahal kejadian itu sudah setahun yang lalu. Hal itu membuat mereka berlima merasa ketakutan, karena perempuan itu salah satu kakak kelas yang cukup dekat dengan mereka.

Selanjutnya yang bercerita Siska, kemudian Asti dan yang terakhir Dita.

Hingga tak terasa waktupun cepat berlalu. Malam sudah semakin mencekam. Dan satu persatu dari kami pun menghilang, entah tidur atau apa.

Aku pun mulai bosan karena teman-temanku akhirnya hanya membaca pesanku tanpa membalasnya. Terlihat jelas dilayar handphone ku sebuah tulisan......

Read by 5

Melihat itu semua, aku pun memutuskan untuk tidur saja. Toh, teman-temanku mungkin sudah malas dan sudah ingin tidur pula.





Apa yang janggal?

PKM Experiences (Je vous aime, mes élèves)

Hai, Guys..

Hai...


Apa kabar? Baik, kan? Baiklah kalau baik-baik saja :)


Oke, langsung aja ya gak usah banyak basa basi. Jadi, hari ini gue mau cerita sedikit tentang pengalaman gue ketika PKM. Udah pada tau dong PKM itu apa, ya kayak ngajar-ngajar gitulah di sekolah, mau itu SMP, SMA atau SMK. Dan, kalian tau? waktu itu gue kebagian ngajar anak SMK Perhotelan dimana mayoritas siswanya itu laki-laki. Kebayangkan gimana pusingnya gue ngehadepin mereka?




Okelah, langsung aja, let's see them☺


Liat tuh banyak banget kan murid gue? sampe-sampe gue yang kecil, mungil dan imut ini gak keliatan huft:( 

Oke, lanjut. Waktu itu gue inget banget, hari sabtu tanggal 28 Juli 2018, hari pertama gue dateng ke sekolah. Dan hari itu juga guru pamong gue ngebagiin kelas mana yang harus gue dan temen-temen gue ajar. Singkat cerita akhirnya gue dipilih buat ngajar anak kelas........12. Kelas 12? seriously? Gue bener-bener kaget dan takut dong, kalian tau kenapa? Karena materinya beda dari yang lain, gengs. Disaat temen-temen gue ngajar perkenalan, jam dan aktivitas sehari-hari, gue harus ngajar reservasi hotel dalam bahasa Prancis. Isn't that crazy? Kebayangkan gimana pusingnya gue nyari materi tentang perhotelan, susah bet woy, google sama youtube seakan gak bersahabat sama gue:(... tapi, yaudahlah gue pasrah aja waktu itu, itung-itung belajar perhotelan lah gue, semangat atuhlah, Yay :) 


Senin, tanggal 30 Juli 2018 jadi hari pertama gue masuk kelas 12. Pas gue masuk kelas 12, gue syok parah dan langsung nerveous. Ya, seperti yang kalian liat di atas, murid gue banyak banget woy. Aduuuuuh... gue langsung mikir, bisa gak ya gue ngajar mereka? Cukup gak ya suara gue ngimbangin jumlah mereka? Gue harus muter otak dan strategi nih... Oke, hari pertama gue masuk kelas, gue gak langsung belajar karena emang seharusnya hari itu perkenalan dulu. Maklumlah masa iya gue gak kenalin diri gue ke mereka? Gak mungkin kan mereka manggil gue madmo anonim?:) Ya meskipun pada akhirnya ada anak yang gak tau nama gue, dan dia baru tau pas perpisahan, oh so sad :( nanti pokoknya gue kasih tau deh sipakah dia hehehe :) setelah perkenalan yang berlangsung selama 30 detik itu ditambah dengan basa-basinya, akhirnya gue lanjutin muter video tentang negara Prancis. Beberapa dari mereka merhatiin videonya dengan baik, tapi beberapa anak yang lain cuek, ada yang tidur lah, ada yang ngobrol sama temennya, pokoknya macem-macem deh. Tapi, mereka perlu gue apresiasi, karena meskipun awalnya mereka cuek dan nyebelin, pas gue jelasin isi video itu, hampir setiap anak merhatiin apa yang gue jelasin, bahkan beberapa dari mereka ada yang kepo dan nanya apapun yang mereka belum pahami. Disitu gue ngerasa seneng, lumayan. Setidaknya hari pertama gue masuk kelas gak buruk-buruk amat. Thank you, guys!


Setelah itu, senin-senin berikutnya berjalan semakin baik, meski ada aja hambatan-hambatan dari murid-murid gue yang super duper unik ini, mulai dari tidur di kelas, ngegosip, ngobrol, nyanyi bahkan ada yang sampe bikin alis di kelas. Aduuuuuh pusing gue dibuatnya. Tapi, jujur ya, di antara kelas-kelas yang lain, kelas 12 itu paling anteng dan gak terlalu berisik, mungkin karena mereka udah pada dewasa ya. Jadi, lumayanlah bisa membantu meringankan beban gue yang punya suara gak kenceng-kenceng amat ini. Selain itu, mereka juga bisa diajak kerja sama ketika gue monitoring. Jadi, sebelum monitoring pasti gue kongkalikong dulu tuh ama mereka. Dan percaya atau tidak, mereka nurut cuy, pas dosen dan guru pamong masuk ke kelas untuk ngawas, mereka langsung diem, no tidur-tidur club, no ngegosip-gosip club, mereka bener-bener mau merhatiin apa yang gue ajarin. And the most important, mereka bisa jawab pertanyaan yang gue ajuin dan beberapa anak mau maju ke depan kelas untuk praktik dialog reservasi ataupun main games. Pokoknya gue bener-bener berterima kasih banget :) 


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, gak kerasa akhirnya udah 3 bulan gue ngajar mereka. Seiring berjalannya waktu, gue mulai terbiasa dengan kehadiran mereka, terutama di hari senin jam 08:50 sampai 11:40. Gue terbiasa dengan tingkah konyol mereka yang selalu bisa bikin gue senyum. Jadi, sedih ninggalinnya:( Kapan lagi ya bisa ecoutez repetez (ekute repete) sama mereka? kapan lagi ya bisa nonton film bareng di kelas? I'm gonna miss you, guys! 




Lettre d’amour de mes  élèves 

Di akhir pertemuan, kita makan-makan dan foto bareng, gak lupa mereka pun ngasih "surat cinta" buat gue. Bukan surat cinta dalam arti sebenarnya ya, tapi lebih ke kesan dan pesan dari mereka buat gue. Pas gue baca surat dari mereka, gue terharu dong, gue sedih bacanya, gue makin gak mau ninggalin mereka, tapi apa daya PKM udah selesai, gengs. Nah, setelah selesai baca surat cinta dari mereka, akhirnya gue pun kepikiran buat bikin surat cinta juga untuk mereka. Okay, here we go...


Kalian siap? 


Un 


Deux 


Trois


CEKIDOT..... Sesuai abjad ya hehe :) 


Abdi. Abdi itu kalau di kelas termasuk anak yang pendiem ya, jadi gue gak terlalu mengenal baik dia orangnya kayak gimana. Tapi meskipun begitu dia termask anak yang rajin nulis. Gak jarang dia juga nanya ke gue kalau ada yang belum dimengerti. Tapi, gak tau kenapa makin ke sini dia jadi jarang masuk ke sekolah, temen-temennya juga gak tau kenapa. Oke, Abdi, jangan males-malesan lagi ya, harus rajin ke sekolahnya, inget lho, bentar lagi UN. Bon courage, Abdi! 




Ini gue bareng Abdi, depan kelas 

Alfisyar. salah satu anak yang punya kembaran nama dan bentuk di kelas 11 (hehe maafin ya:) peace✌) Alfisyar itu anaknya aktif di kelas. Dia selalu mau jawab pertanyaan acak yang gue ajuin ke kelas, dia juga gak susah untuk disuruh maju ke depan kelas untuk praktekin dialog reservasi hotel, gue inget waktu itu dia bantuin gue pas monitoring pertama. Merci beaucoup, Alfisyar:) Di tengah pembelajaran, gue kehilangan dia dan beberapa anak yang lain karena mereka kena pending. Gue gak paham deh kenapa ada sistem pending seperti itu di sekolah. Tapi, pending itu gak berlangsung lama sih, cuma 2 mingguan kalau gak salah. Akhirnya Alfisyar dan yang lain kembali lagi ke kelas, yeaaaay... Dan semuanya kembali seperti semula, meskipun pas akhir-akhir gue ngajar di sana, Alfisyar jarang banget masuk sekolah, entah kenapa.. Bahkan pas perpisahan dia gak hadir dong huhuu :( gue tau sih alesannya kenapa, tapi ngerasa ada yang kurang aja gitu.. Untuk Alfisyar, semangat terus ya sekolahnya :)

Arya.F. Anak yang bikin surat ampe 2, tapi isinya gak jauh beda :) kamu itu kerajinan apa gimana, Arya? :) Oiya gue inget, kalau kata Arya, "Bu, jangan lupain Arya, ya. Pokoknya inget deh anak paling 'bangor' di kelas." Ngomong-ngomong soal "bangor", gue jadi inget kejadian ketika Arya sama Gilang main bola di kelas, pake kertas yang digulung-gulung sampe jadi bulet, terus pake teriak-teriak segala, aduuuuh sumpah itu ganggu gue banget dan ganggu temen-temennya juga. Waktu itu gue langsung tegur, "main bolanya di luar aja yuk, di lapangan sama saya, gimana? mau gak?" dan akhirnya mereka berdua pun berhenti. Gak nyangka gue bisa bikin mereka diem hihi :) Malah akhirnya kita ngobrol, stalk-stalk-in IG mereka pake hp gue. Intinya, gak ada anak yang nakal, itu tergantung bagaimana guru menyikapinya, Eaaaaak :) Oh iya, seperti anak-anak yang lain, Arya juga tipikal anak yang males nyatet pelajaran, tapi dia masih bisa jawab sih kalau gue tanya. Ya... lumayanlah.. pokoknya untuk Arya, belajar lebih rajin lagi, ya, Bon courage!

Arya.P. nah ini nih anak yang selalu nyanyi-nyanyi di kelas sampe kedenger ke ruang guru, untung suaranya bagus, jadi gak terlalu mengganggu ya :) Berbeda dari Arya yang sebelumnya, Arya yang satu ini aktif banget di kelas, dia itu orang yang paling semangat kalau gue bilang ecoutez repetez, pokoknya suara dia paling kenceng dah. Saking senengnya, dia selalu minta, "Bu, ecoutez repetez, bu," :) Dia juga salah satu anak yang bikin gue semangat untuk ngajar, karena itu tadi, dia selalu antusias tiap belajar bahasa Prancis, dia juga anak yang bikin kelas rame. Jadi, gak heran kalau gue punya julukan untuk dia yang gue karang sendiri yaitu "tim hore". Sesuai namanya, jadi tim hore itu terdiri dari beberapa orang ya, nanti gue tunjukin yang lainnya hehe :) mohon bersabar. Oh iya, satu hal lagi yang bikin gue selalu ngakak kalau inget anak ini, dia kadang suka bikin alis cuy di kelas, gak ngerti lagi gue. Padahal alis dia tuh udah cetar membahana. Lebih parahnya lagi, dia pernah bikin alis pas lagi UTS, aduuuuh tepok jidat gue. Arya.. Arya... ada-ada saja dirimu ini :D


Arya dan Trio Ubur-ubur

Asri. gadis manis yang duduknya sama Arya.P tapi pacarannya sama Arya.F :) Asri itu anak yang jarang ngomong di kelas kecuali gue panggil dan suruh ngomong:) tapi meskipun gitu, dia nulisnya rajin lho. Dia juga anak yang selalu nanya dan manggil-manggil kalau ada yang belum dimengerti dan belum tau cara bacanya kayak gimana, sampe-sampe gue harus nyamperin dia ke belakang, pokoknya dia termasuk anak yang rajin deh kalau di kelas meskipun jarang ngomong. Ada satu hal yang menarik dari Asri, dia pernah minta maaf sama gue gara-gara menurut dia, dia gak bantuin gue pas ujian PKM. Ya ampun Asri, kamu kok sampe seperhatian itu, ya :) padahal gue gak terlalu mikirin itu, yang penting bagi gue adalah ujiannya udah beres hehee :) Tapi, makasih lho, Sri :) salam manis dari madmo kecil ini, ya :)

Andika. Ini salah satu anak yang punya nama panjang sepanjang jalan dari sabang sampai merauke :) Selain namanya yang panjang, badannya juga panjang, tinggi bet anak ini tuh sampe-sampe temennya aja manggil dia "jangkung" :D. Oke, cukup ya mendeskripsikan anak ini. Di kelas, Andika itu duduknya depan gue banget, jadi gue taulah gimana dia di kelas, rajinkah atau tidak. Kalau soal nulis, dia itu sebenernya agak males ya kecuali kalau gue suruh, tapi kalau soal nangkep pelajaran sih, lumayanlah dia agak cepet nangkepnya. Dia itu anak cowok yg suaranya cukup kecil, kadang gue gregetan kalau nyuruh dia ngomong, padahal mah pengucapan dia gak buruk-buruk amat. Sama seperti Alfisyar, di tengah pembelajaran, gue juga kehilangan dia huhu :( tapi, gue sangat mengapresiasi anak ini, meskipun di pending, pas giliran praktek dialog, dia dateng ke kelas gue pas istirahat dan minta untuk ikutan praktek. It was supprised me. Dan akhirnya anak-anak pending yang lain ikutan deh untuk praktek :D. Merci beaucoup, Dikaa.. Bon courage ! 


Ini gue ama Andika, liat noh tinggi kan orangnya ? Gue berasa adiknya, cuy

Baihaki. Akhirnya tibalah kita di si jangkung yang kedua. To be honest, awalnya gue gak tau ini anak kelas berapa. Sempet mikir ini Andika juga, tapi lama kelamaan ternyata beda. Gue tuh jarang banget liat dia di kelas, gue liat dia itu seliweran pas piket aja. Ini mata gue yang rabun apa dianya yang jarang masuk sekolah pas hari senin ya ? Gimana nih, Bai ? Tolong jelaskan! Tapi, meskipun begitu, Baihaki ini punya semangat yang tinggi untuk lanjutin kuliahnya. Iya gak, Bai? Pokoknya buat Baihaki, semoga kamu bisa dapet universitas yang kamu mau ya. Inget lho, keinginan harus dibarengi dengan usaha dan doa. Tetep semangat, ya ! Reach your dreams comes true lah pokoknya ! 

Bayu. Sama aja nih kayak Baihaki, jarang banget masuk sekolah. Tapi, Bayu lebih parah sih, gue bener-bener liat dia tuh beberapa kali doang, suerrr deh. Kenapa nih Bayu ? Jangan males-malesan atuhlah, Bay. Kamu tuh punya potensi lho, jangan di sia-siain ya, Bayu. Kenapa gue bilang dia punya potensi ? Karena pernah waktu itu dia ikut UH susulan di kelas lain, dan dia berusaha buat ngerjain soalnya sendiri meskipun sambil nanya-nanya sedikit ke gue. Dan hasilnya lumayan kok, gue apresiasi dia lah pokoknya. Bon courage, Bayu ! 

Christy. Inilah si-dia yang gak tau nama gue sampe hari perpisahan. I don't know why ? Padahal dia duduk paling depan dong :( Christy, jangan lupakan bu Yayu inilah hehee :) Oiya, awal ngelihat Christy, gue pikir ini anak jutek (peace hehe) dan bakalan gak suka pelajaran gue. Tapi ternyata, kebalikannya gengs. Dia salah satu anak yang cukup aktif di kelas, tiap gue tanya ke kelas, "Siapa yang mau coba ?" dia suka tunjuk jari. Meskipun ngomong bahasa Prancis nya belum terlalu lancar, tapi usahanya buat belajar dan mencoba bener-bener ada banget. Dia juga anak yang rajin maen games ala Yayay hehe :) dapet pulpen berapa dari bu Yayu, Chris ? Hehe :) untuk Christy, tetep semangat ya belajar bahasa Prancisnya meskipun gurunya udah beda :D Bon courage ! Jangan lupain bu Yayu juga, ya Christy :)

Danny. Inilah "tim hore" gue yang kedua. Sama seperti Arya, dia juga rajin dan aktif dalam proses pembelajaran. Bahkan sesekali pas monitoring dia suka ngodein, "bu, tanya saya aja," :D mungkin niatnya mau bantu gue kali ya di saat anak-anak yang lain pada gak bisa jawab, makasih lho, Dan :) kamu bener-bener udah bantu banget. Oh iya, Danny itu anak yang suka banget ngegosip di kelas gengs,  gak ngerti lagi deh ama anak yang satu ini. Pernah waktu itu ngegosip bareng (disitu ada gue, guru PKM lainnya dan alfisyar juga) di kelas 11 pas dia masih pending, yaampun bener-bener lamtur banget deh (peace lho, Dan hehe). Tapi ya, anak yang suka bikin alis di kelas ini punya hati yang peka dan perhatian lho, pernah dia chat minta maaf sama gue karena suatu hal, dan itu tulus banget. Merci, Danny :) pokoknya gue bener-bener terharu sama anak ini huhuuu... Semangat ya, Dan sekolahnya :) jangan kebanyakan maen hehee, don't forget me yaaa


Ini gue sama Danny, pas abis beres ujian PKM

Denny. Nah ini nih murid pertama yang gue kenal dan tahu namanya. Kenapa ? Karena waktu pertama kali gue masuk dia pake almet yang ada namanya dan kebetulan duduk di depan. Dia anak yang baik dan gak macem-macem menurut gue, bisa dibilang penurut lah. Dia selalu bisa gue andelin buat ngasih info ke anak-anak padahal dia bukan ketua kelas hehee, dia juga yang selalu mau nyiapin proyektor dan speaker sebelum gue ngajar. Pokoknya makasih banget ya, Denny, you are such a kind person :) selain itu, Denny juga termasuk anak yang rajin dan aktif di kelas, sering unjuk tangan dan juga ngomong, ngomongnya pun udah lumayan bener, tinggal diperbaiki dikit lagi aja dan perlu latihan terus menerus. Pokoknya bagus lah. Tapi.... Pas akhir-akhir gue mau udahan, gak tau kenapa nih anak jadi males masuk sekolah,  kenapa tuh, Den ? Jangan males-malesan atuh, semangaaat teruuuuussss ! Bon courage, Denny ! 


Berhubung gue gak ada foto ama Denny, jadi foto ama adiknya aja, ya :)

Desta. Gadis yang satu ini termasuk anak yang cukup cuek kalau lagi belajar. Dia kadang tidur juga di kelas, dan selalu gue tegur sampai akhirnya dia bangun. Tapi meskipun begitu, ada satu hal yang bikin gue salut sama anak ini. Ini kejadiannya pas UH susulan di kelas 11. Selama gue perhatiin dia pas isi soal, gue lihat dia ngerjainnya sendiri, gak peduli bener atau salah yang penting dia isi. Jujur, disitu gue salut banget sama Desta. Secuek apapun dia, dia tetep berusaha untuk ngelakuin apapun dengan caranya sendiri. Pokoknya good Job, Des

Dinda. Gak beda jauh dari Desta, anak ini juga termasuk anak yang jarang ngomong di kelas. Cuek banget sama pelajaran. Dia ngomong kalau gue suruh doang, itu pun malu-malu. Tapi, gue salut sih ama dia, ketika dia kurang nilai di catetan gue, dia langsung nemuin gue dan minta tugas apa aja yang belum di kerjain. Waktu itu gue langsung kasih tau apa aja nilai dia yang kurang. Dan beberapa hari kemudian, dia langsung ngasih tugasnya. Ya, meskipun banyak yang kurang, tapi gue hargai usaha dia minta tugas ama gue karena yang lainnya belum tentu seperti itu. Thank you, Dindaaa ! Bon courage ! 

Evita. Si cantik yang punya senyum manis ini duduknya di pojokkan. Awalnya gue pikir dia cuek, tapi ternyata nggak. Dia sama kayak Asri, sering manggil-manggil gue buat nanya cara pengucapan ataupun arti yang belum dia pahami. Evita termasuk anak yang rajin di luar kegiatan pembelajaran, dia bahkan pernah minta ajarin percakapan sehari-hari bahasa Prancis pas gue piket. Gue gak nyangka dia ada ketertarikan sama bahasa Prancis, seneng gue :) Gengs, Evita ini satu-satunya anak yang pernah bajak hp gue dan selfie di sana haha, bilangnya "Ibu belum punya foto saya", fotonya masih ada lho, Evita sampe sekarang :) mau dikirim gak? Ehiya sekarang malah kita  punya foto bareng juga ya, Evita, bahkan mau foto lagi katanya :) Dia juga satu-satunya anak yang pernah video call gue dan akhirnya kita dialog bareng tentang reservasi hotel, pokoknya dia asyik banget deh orangnya :) oiya, katanya mau jalan, kapan nih, Evita? Untuk Evita, semangat terus ya sekolahnya :)


Kita mirip gak sih ? Hahaaa

Eza. Jujur ya, pertama kali gue liat anak ini, gue pikir dia itu kalem dan pendiem. Sumpah anaknya pendiem banget cuy, jarang ngomong sih emang di kelas, padahal mah gue tau dia itu bisa. Oke lanjut, ternyata seiring berjalannya waktu, gue baru tau dia heboh juga orangnya, apalagi kalau udah gabung sama temen-temen "tim hore"nya itu. Yang lebih parah lagi, gue gak nyangka kalau di antara 32 anak lainnya, dialah satu-satunya orang yang ngejulidin ....... di surat cinta yang dia kasih ke gue. Bener-bener lucu banget. Sumpah sih itu surat terbaik yang gue baca, sesuai isi hati gue dan guru-guru PKM lainnya banget cuy. Masih inget gak, Za isi suratnya apa ? Hehee :) oiya, untuk Eza, semangat terus ya sekolahnya, tetep rajin nulisnya, bon courage, Ezaaa ! 

Fajar. Anak ini termasuk anak yang cukup males di kelas gue, jarang bet ngomongnya,jarang merhatiin juga. Kadang juga dia tidur di kelas, mungkin hal itu kebawa karena dia duduk di belakang kali ya, huft :( Pernah sekali pas dia tidur, terus gue bangunin, gue tanya kenapa ? Kamu sakit ? Dia jawab, "iya bu gak enak badan," yaudah tuh gue suruh dia ke kantor, eh malah gak mau, ternyata dia gak sakit dong. Emang bener-bener nih anak ampuun dah.. Tapi, kalau di luar kelas gue, dia termasuk anak yang baik dan gak macem-macem sih, menurut gue yaa :) keliatan dari sikapnya ke guru-guru lain eaaak, bagus Jar :) Pokoknya buat Fajar, semangat ya sekolahnya, bon courage ! 

Fajri. Salah satu anak yang kalau liat meja berasa liat kasur huft :( dia hobby banget tidur, gengs. Tapi masih gue maklumi sih, mungkin dia capek karena dia juga sekolah sambil kerja.. It's okay, Fajri tapi kalau bisa kurang-kurangin yaaa hehee :) oh iya, meskipun dia suka tidur di kelas, sekalinya dia bangun, dia terkadang mau jawab pertanyaan yang gue ajuin ke kelas, lumayan mau aktif lah pokoknya. Setidaknya dia ada usaha untuk belajar di kelas gue. Tetep semangat, Fajri ! Jangan tidur mulu ya di kelas hehee :) see you on top ! 

Fenny. Tibalah kita di si imut nan cantik nan jutek ini hehe peace Fen :) Jujur, pertama kali gue liat anak ini, gue pikir dia orangnya jutek parah soalnya gak pernah senyum sama sekali cuy. Tapi, ternyata makin ke sini, khususnya pas gue mau beres PKM, gue jadi tahu kalau anak ini ternyata baik dan ramah. Dia bahkan yang sampe sekarang kadang masih chatan ama gue ya ngomongin apa aja hehe. Intinya, don't judge someone by their looks, eaaak :) Kalau di kelas, Fenny termasuk anak yang gak aktif-aktif banget, jarang ngomong, tapi nulisnya rajin sih hehe :) dia pernah sekali ikut maen games dari gue. Fenny semangat ya sekolahnya, harus tetep semangat meskipun gurunya udah beda.. See you ! Bon courage ! 


Kita mirip gak nih ? Hehee :)

Gilang. Gilang atau biasa gue panggil Kiting karena rambutnya yang agak keriting hehe :) Menurut gue, Gilang itu anak yang super duper males, pokoknya males nya kebangetan deh, gak ngerti lagi huft :( nyadar ya, Lang ? :D Pernah gue ngasih tugas bikin dialog, anak-anak yang lain udah pada bikin, udah beres, cuma dia dan pasangannya doang yang belum dan gak ngumpulin sampai sekarang. Capek dehhhh... padahal udah gue kasih waktu berminggu-minggu. Hadeeeeh :((( oh iya, terlepas dari Gilang yang males, kalau di luar kelas, Gilang termasuk anak yang asyik dan bisa di ajak ngobrol dan bercanda dibanding anak lainnya yang terkenal cuek hehe.. Lumayanlah :) pokoknya Gilang, jangan males-males atuh lah,  bon courage ! 


Nih foto gue ama si Kiting :)

Karel. Tim tunggu, itulah julukan gue buat anak ini. Kenapa ? Karena dia selalu nunggu temen-temennya dulu kalau mau ngerjain soal ulangan atau latihan. Sekali-kali ditunggu lah, Rel, jangan nunggu terus, nunggu itu sakit lho... (Kok lu curhat sih, Yay :)) oh iya, kalau di kelas, Karel tuh termasuk anak yang pendiem, jarang banget ngomong, kalaupun ngomong dan jawab pertanyaan sesekali doang. Dia anaknya lebih sering senyum di kelas, di depan meja piket juga. Guru-guru PKM yang lain bilangnya juga begitu. Baguslah murah senyum hehe.. pokoknya untuk Karel, semangat sekolahnya !!


Gaya apa nih, Rel ? :)

Kezia. Si cantik yang satu ini adalah anak perempuan pertama yang gue kenal. Gue inget banget, dia curhat dan cerita-cerita di depan meja piket sama gue. Dari situlah gue kenal sama dia. Kalau di kelas, Kezia termasuk anak yang cukup pendiem dan jarang jawab pertanyaan gue. Tapi, meskipun begitu dia termasuk anak yang rajin nanya kalau belum ngerti, jadi dia nanyanya langsung gitu ama gue. Bagus pokoknya, Kezia :) oh iya, semangat terus ya Kezia sekolahnya, reach your dreams, bon courage ! 


Kezia dan trio madmo :)

Khusnul. Temen sebangkunya Fenny yang satu ini termasuk anak yang gak macem-macem juga menurut gue. Baik lah orangnya,  manis pula senyumnya, eaaaak :) Kalau di kelas, Khusnul termasuk anak yang gak aktif-aktif banget, padahal mah dia bisa, gue tahu itu. Dia juga belum pernah ikutan games gue huhu :( kalau untuk bahasa Prancis, menurut gue dia termasuk anak yang cepet paham, terbukti dari dialog yang dia bikin, kesalahannya cukup sedikit dan pas praktik pun ucapannya gak buruk-buruk amat, udah lumayan, apalagi pasangannya Reza... Aduhaaai... Untuk Khusnul, semangat ya sekolah dan belajarnya, bon courage ! 


Gue bareng Khusnul nih :)

Nabila. Ini salah satu anak perempuan yang aktif. Aktif banget malah. Dia sering banget jawab pertanyaan acak dari gue dan main games di depan kelas. Belum lagi suka nanya juga di bangku kalau ada yg belum ngerti. Aduuuuh rajin sekali kamu, nak. Aku sukaa hehee :) oiya, gengs, dia itu satu-satunya anak yang manggil gue madmol, gak tau kenapa. Padahal yang lain manggil gue madmo, duuuuh Nabila gue berasa cimol dah dipanggil madmol wkwk :D Nabila, tetep semangat ya belajar bahasa Prancis, pertahanin nilai bagusnya, bon courage, Nabila ! 


Nabila dan Upin Ipin :)

Panca. Gue biasa manggil dia di kelas Bayuni, karena emang namanya Bayuni Panca. Seperti temen-temennya yang lain, yang sebaris itu, taulah siapa, dia termasuk anak yang jarang merhatiin di kelas. Sedikit banget kontribusinya di kelas gue, gak tau kenapa. Tapi, untungnya kalau gue tanya masih bisa jawab sih dan ngerjain tugas yang gue kasih juga. Lumayan lah. Oiya, ada satu yang lucu dari dia, dia bikin surat buat gue terus di bawahnya ada kat-kata kayak begini, "Pahlawan tanpa jasa". What ? Jadi saya gak berjasa buat kamu, Panca ? Yaaa.... Semoga Panca typo ya pas nulis itu hehe :) pokoknya untuk Panca, bon courage ! 

Putri. Gadis manis yang duduk di belakang ini termasuk anak yang cuek, cuek dalam artian dia merhatiin pelajaran gue tapi gak pernah ada niatan buat jawab pertanyaan acak yang gue kasih ke kelas. Tapi, meskipun begitu pas praktik dialog, dia bisa padahal dia dadakan waktu itu karena minggu sebelumnya gak masuk. Untuk Putri, semangat terus sekolahnya, jangan cuek-cuek banget atuhlah, Put :) bon courage ! 

Rachel. Duduknya sama Dinda. Gak beda jauh juga dari Dinda. Dia rajin banget nulisnya, catatannya penuh, bahkan izin ke toilet dalam bahasa Prancis aja dia tulis, terus pengetahuan tentang negara Prancis di awal-awal pembelajaran juga dia tulis :) good job, Rachel:) tapi, dia kurang aktif di kelas, sayang banget huhuu... Dia pemalu sih, kadang kalau gue suruh pun suka malu-malu gitu hehee.. Kenapa tuh, Chel ? Untuk Rachel, semangat sekolahnya,  tetep rajin ya :)

Raxel. Nah ini nih anak paling gak jelas. Gak tau kenapa ini orang sering banget gangguin gue kalau lagi ngobrol ama Fitra depan kelas. Gak bisa banget kayanya liat kita bahagia curcol tentang someone, eaaaak :) Oiya, dia juga anak yang sering banget minta tukeran hp ama gue, becandaan sih, cuman gak ngerti lagi aja sama dia, emang dasarnya gak jelas kali ya orangnya wkwk :) kalau di kelas, anak ini sama banget kayak Andika, bukan cuma badan tapi juga suara. Kalo gue suruh ngomong, suaranya kecil banget dah kayak anak cewek, kalah suaranya ama gue, gak ngerti lagi aduuuuh :( mana pas praktik dialog pake dialog orang lain lagi, makanya nilainya gue kurangin hehee :D tapi gak papa lah, masih lumayan kan ? Buat Raxel, semangat terus sekolahnya, bon courage ! 


Nih gue ama Raxel, di kursi tempat gue ama Fitra suka ngegosip pas hari senin :)

Reza. Reza itu paket plus plus nya kelas gue. Bukan cuma baik dan gak macem-macem, dia juga anak yang pinter dan penurut. Dia sama kayak Denny, yang selalu bantuin gue nyiapin proyektor dan kawan-kawannya sebelum pembelajaran dimulai. Oiya, gue waktu itu terkejut banget pas praktik dialog, yang pertama, dialognya dia sedikit banget koreksiannya, udah gitu, pas ngomong, cara pengucapannya udah lumayan bagus untuk seukuran anak kelas 3 SMA yang belajar reservasi. Gue seneng banget dah, gue bangga banget waktu itu, merci, Za :) kalau di kelas, dia termasuk anak yang pendiem makanya selalu gue surih, karena gue tau dia bisa tapi malu-malu hehee.. Tapi, kalau soal maen game, dia gak malu :) seneng diaa.. Reza, pertahanin ya prestasinya, bon courage ! 

Salwa. Duduknya di belakang ama Putri, cueknya gak beda jauh juga ama Putri. Dia termasuk anak yang kurang aktif di kelas, kecuali kalau gue suruh. Tapi,  meskipun begitu, pas praktik dialog, pengucapan dia udah lumayan bagus, gengs. Gue inget banget, dia sekelompok sama Evita, sedikit kesalahan pengucapan yang dia lakuin. Seneng gue liatnya. Sayangnya dialognya dikit huhu :( oiya, btw video dialog mereka masih ada di gue, bikin ngakak banget videonya haha :D mau liat gak, Salwa ? Hehee... Untuk Salwa, semangat ya sekolahnya :) bon courage ! 

Satrio. Hening dan Sunyi, itulah dua kata yang pantes gambarin anak ini. Ini anak pendiem parah, jangankan ngomong di kelas, di luar kelas pun nggak. Kayaknya gue gak pernah terlibat percakapan panjang sama anak ini, paling cuman "iya, iya dan iya". Karena dia pendiam dan hening, udah tau lah dia di kelas kayak gimana ? Nyesel gue waktu itu gak videoin dia pas dialog, padahal itu kalimat terpanjang yang pernah dia ucapin huft :( Oiya, tapi btw, di antara anak-anak yang lain, gue paling suka tulisan dia, rapih banget, pokoknya bagus.. Ya mungkin dia tipe orang yang lebih suka mengungkapkan apapun dengan tulisan kali ya, bukan dengan ucapan.. Iya gak, Satrio ? Pesan untuk Satrio, kalo ketemu saya nanti dimanapun, gak mau tau harus ngomong banyak hahaa.. Bon courage, Satrio ! 

Tegar. Anak laki-laki berkacamata di kelas ini termasuk anak yang jarang masuk sekolah. Tapi, sekalinya masuk sekolah, dia cukup aktif dan gampang nerima pelajaran. Dia juga baik dan bantu gue pas monitoring, pernah waktu itu dia volunteer untuk dialog di depan kelas bareng Denny.  Pokoknya makasih banget, Tegar :) you're such a kind person :) oiya, ini satu-satunya anak yang pernah ngajakin gue cover lagu, gak tau ngajak beneran, gak tau becandaan doang haha tapi gue juga gak pernah mau sih hehe :) Bukan apa, gue gak bisa nyanyi cuy, jelek bet dah suara gue hahaa.. Untuk Tegar, semangat terus ya sekolahnya, bon courage ! 


Nih gue ama tegar dengan gaya 2 jarinya hehe :)

Wahyu. Wahyu, anak yang paling sering post di ig tentang persija ini termasuk anak yang sedikit males juga di kelas huhu :( dia jarang merhatiin makanya sering gue panggil untuk coba ngomong bahasa Prancis tentang hotel atau gue kasih pertanyaan. Oiya, pas praktik dialog, gue agak kesel banget sama dia karena dia dan temen kelompoknya, Gilang gak ngumpulin tugasnya, padahal gue tungguin terus tuh mereka.. Hadeh, kalian ya dasar membuatku pusing saja :( untuk Wahyu, jangan males-males atuhlah, apalagi sekarang diajar sama guru aslinya, semangat terus, Wahyu ! 

Yohannes. Yoyo, itulah nama panggilan gue buat ketua kelas ini. Pertama kali liat orang ini mikirnya macem-macem. Mukanya galak banget wooy (Peace Yo, tapi emang bener sih hehe :D) gue jadi takut, apalagi pertama ketemu dia, gue langsung sita hapenya. Keliatan banget kalau dia kesel waktu itu. Eh eh ternyata makin kesini, orangnya asyik banget ya meskipun tukang tidur. Gak ngerti lagi sih ama Yoyo tuh, kayaknya kalau liat bangku berasa liat kasur :D tidur mulu kerjaannya, padahal mah masih pagi huft :( tapi, meskipun tukang tidur, sekalinya bangun langsung aktif, anaknya tuh banyak ngomong banget. Saking banyak omongnya, gue nanya temennya tapi yang jawab dia. Gak salah lagi, kalo dia adalah member "tim hore" gue yang lain :) dia baik banget pokoknya, selalu bantu gue dari monitoring sampai ujian. Bahkan pas perpisahan pun dia bantu gue ngajak temen2nya supaya mau foto bareng. Pokoknya, merci beaucoup, Yoyo si Yoyo ! Semoga berkah ya, Yo :)


Kalau mau tau Yoyo, tuh yang nyengir di depan :D

Mau liat foto-foto lainnya gak?

Mau dong pastinya

okelah, CEKIDOT....


Masih kalem, tapi satu tangan iseng, liat noh duuuh


Masih kalem jugaaa


Lebih kalem lagi :)


Eh tiba-tiba negara api menyerang, The power of Arya pun hadir hehehehehe


Sekian dulu ya cerita PKM gue yang gaje dan bilangnya mau sedikit tapi ternyata panjang ini hehee :) Maapin yaaaaaaaaaaa :) 

Pesan dari gue buat anak kelas 12 yang lagi struggle menghadapi ujian ini, jangan lupa berdoa ya, gengs, belajar yang rajin juga. Pokoknya semangat UN nyaa... Doa gue menyertai kalian semua, love you and miss you, gengs ❤❤❤❤❤

Don't forget me, yaaaa

Thank's for read this blog 






See you sooooon :) 

Altar dan Alana (Part 2)

Baik Altar maupun Alana sudah sampai di sekolahnya. Alana langsung memarkirkan mobil mewahnya di parkiran khusus anak-anak Pandora, sedangka...